Dinkes Kota Kediri Fogging Ponpes Al Ishlah Usai Dua Warga Dirawat Suspek Demam Berdarah

Joko Dwi
Petugas Dinkes Kota Kediri saat melakukan Fogging atau pengasapan di Ponpes Al Islah Bandar Kidul usai ada laporan dua warga Suspek DBD. Foto: Mojokerto.iNews.id/Joko Dwi

KEDIRI, iNewsMojokerto.id – Sebuah langkah cepat dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri, dengan melakukan pengasapan atau fogging di lingkungan Pondok Pesantren Al Ishlah, Kelurahan Bandar Kidul, menyusul adanya laporan dua warga pondok yang saat ini dirawat di rumah sakit dengan status suspek demam berdarah dengue (DBD).

Petugas menyisir sejumlah titik yang dinilai berpotensi berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti. Pengasapan dilakukan di area dalam pondok pesantren, asrama, hingga lingkungan sekitar pemukiman warga sebagai upaya menekan populasi nyamuk.

“Fogging dilakukan setelah kami menerima laporan adanya dua warga pondok yang dirawat di rumah sakit dengan status suspek demam berdarah," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kediri, Hendik Supriyanto.

Dia  mengatakan fogging merupakan salah satu langkah respons cepat untuk memutus rantai penularan DBD, khususnya ketika ditemukan kasus suspek di suatu wilayah.

“Tindakan ini untuk menekan populasi nyamuk dewasa agar risiko penularan tidak semakin meluas,” ujar Hendik saat ditemui di lokasi.

Meski demikian, fogging bukan satu-satunya solusi dalam pencegahan DBD. Ia menyebut, pengasapan hanya bersifat sementara untuk membunuh nyamuk dewasa, sementara jentik nyamuk tetap dapat berkembang apabila lingkungan tidak dijaga kebersihannya.

Hendik mengatakan, musim hujan yang terjadi saat ini berpotensi meningkatkan jumlah kasus DBD. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak genangan air di lingkungan sekitar, seperti di bak mandi, ember, talang air, hingga barang bekas yang tidak terpakai. Kondisi tersebut menjadi tempat ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak.

“Musim hujan seperti sekarang ini memang sangat berisiko. Banyak genangan air yang menjadi sarang nyamuk. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk,” katanya.

Selain fogging, petugas juga memberikan edukasi kepada pengurus pondok dan masyarakat sekitar untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Dinkes mengajak warga menjalankan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas, ditambah langkah pencegahan lainnya seperti menggunakan obat anti nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan.

Berdasarkan data Dinkes Kota Kediri, pada Januari 2026 telah ditemukan dua kasus suspek DBD. Sementara pada Desember 2025 lalu, tercatat tiga warga Kota Kediri terkonfirmasi menderita demam berdarah.

“Jika melihat tren dan kondisi cuaca, kami memprediksi potensi penambahan kasus masih ada selama musim hujan berlangsung. Karena itu peran aktif masyarakat sangat penting,” ujarnha

Dinas Kesehatan Kota Kediri juga mengimbau warga untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri otot, hingga muncul bintik merah pada kulit. Deteksi dan penanganan dini dinilai dapat menurunkan risiko keparahan akibat DBD.

Melalui langkah fogging dan upaya pencegahan yang melibatkan masyarakat, Dinkes berharap angka kasus demam berdarah di Kota Kediri dapat ditekan dan tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa (KLB).

Editor : Zainul Arifin

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network