Dramatis! Sapi Bunting 5 Kuintal Terperosok Kubangan di Jombang, Dievakuasi 15 Orang
JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Aksi penyelamatan dramatis terjadi di Dusun Mernungkidul, Desa Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, ketika seekor sapi jenis limosin berbobot 500 kilogram atau 5 kuintal terperosok ke dalam kubangan air, Selasa (3/11/2026).
Sapi tersebut diketahui tengah bunting 8 bulan, sehingga evakuasi membutuhkan ketelitian dan kekuatan ekstra. Sedikitnya sapi dievakuasi oleh 15 orang terdiri dari 6 orang petugas BPBD dan 9 orang warga.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh pemilik sapi bernama Sarji (60) yang saat itu mengecek sapi di kandang pukul 05.30 WIB.
Sarji tidak melihat keberadaan sapi miliknya di kandang. Setelah dicari, ternyata sapinya sudah masuk selokan. Merasa kesulitan mengevakuasi sapi bobot lima kuintal, Sarji kemudian menghubungi Pusdalops BPBD Jombang untuk membantu mengevakuasi.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas mengatakan Pusdalops BPBD Jombang dan Pos Damkar Ploso segera dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan tersebut.
Setibanya di lokasi, petugas bersama warga bergotong-royong mengevakuasi sapi itu. Proses pengangkatan tidak bisa dilakukan secara manual dengan tangan kosong. Petugas harus merakit instalasi rescue tripod tepat di atas bibir kubangan. Petugas juga mengikatkan tali karmantel ke badan sapi secara presisi.
Proses ini berlangsung penuh tantangan. Para petugas harus bekerja ekstra dan memastikan sapi tetap dalam kondisi stabil dan tidak mengalami stres berlebih.
Detik-detik sapi mencapai permukaan tanah disambut antusias oleh warga sekitar. Dengan kerja keras selama kurang lebih tiga jam, sapi bunting tersebut akhirnya berhasil diangkat ke permukaan dalam keadaan hidup dan selamat.
“Alhamdulillah, sapi berhasil kami evakuasi dalam keadaan hidup. Proses evakuasi mulai pukul 06.15 WIB sampai 09.00 WIB," ujarnya.
Wikku pun mengapresiasi kerja sama antara personelnya dan warga yang bahu-membahu menarik tali bersama-sama. Ia mengingatkan warga untuk lebih waspada menjaga ternaknya.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa potensi bahaya bisa datang kapan saja. Warga, terutama para pemilik ternak, agar memberikan pagar pengaman atau menutup kubangan yang berada di sekitar area kandang demi mencegah kejadian serupa terulang dan menghindari potensi kecelakaan yang membahayakan manusia maupun hewan.
Editor: Zainul Arifin