Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sukses Juara Liga Paralayang Jawa Timur 2026, Ini Kisah Santri SMP Sains Tebuireng Jombang
Advertisement . Scroll to see content

Singkirkan Atlet Dari Berbagai Daerah, Santri SMP di Jombang Jadi Juara Paralayang Jatim 2026

Senin, 21 September 2026 | 12:49 WIB
  • author Zainul Arifin
Singkirkan Atlet Dari Berbagai Daerah, Santri SMP di Jombang Jadi Juara Paralayang Jatim 2026
Santri SMP Sains Tebuireng Jombang Shanum juara 1 Kejuaraan Daerah Paralayang Jawa Timur 2026. (Foto: Zainul Arifin)

JOMBANG, iNewsMojokerto.id -  Nama Shanum Anjanique (13), kembali mencuri perhatian di arena paralayang. Santri SMP Sains Tebuireng Jombang itu berhasil merebut Juara 1 dalam Danlanud Abdulrachman Saleh Open/Kejurda (Kejuaraan Daerah) Paralayang Jawa Timur 2026.

Prestasi itu diraih Shanum dalam Liga Paralayang Jawa Timur Seri I 2026 yang juga digelar di Gunung Banyak, Kota Batu, pada 17-19 Juli 2026.

Santri kelas VII asal Pacitan itu sebelumnya meraih posisi runner-up. Meski datang dengan persiapan yang singkat, ia berhasil menyingkirkan puluhan peserta dari berbagai daerah lainnya hingga menduduki peringkat pertama.

Adapun peringkat II diraih oleh Feby Erwanti dari Jombang, sedangkan juara III diraih Wahyu Inggar Sasi Pratama asal Mojokerto. Capaian ini menjadi peningkatan prestasi bagi Shanum dalam beberapa bulan terakhir.

Shanum tak henti mengucap syukur saat dirinya naik ke podium untuk menerima medali dan penghargaan. Para juara mendapatkan piagam penghargaan yang ditandatangani oleh Danlanud Abdulrachman Saleh selaku Ketua Umum FASI (Federasi Aero Sport Indonesia) Provinsi Jatim Marsekal Pertama TNI Reza RR Sastranegara, S.Sos, M.A.P, MNSS dan Ketua Pengrpov Paralayang Jatim H Arif Eko Wahyudi, SE, MM.

Bagi Shanum, capaian tersebut diraih di tengah aktivitasnya sebagai santri yang tinggal di pondok pesantren Tebuireng Jombang. Orangtua Shanum, Hari DC, mengaku persiapan anaknya menghadapi pertandingan berlangsung sangat mepet.

Meski demikian, Hari menyebut dukungan doa menjadi salah satu hal yang menguatkan putrinya sebelum mengikuti kejuaraan. "Alhamdulillah anak saya meraih juara pertama dalam Kerjurda tersebut," ujarnya.

Hari DC menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengurus Pesantren Sains Tebuireng Jombang yang telah memberikan izin kepada Shanum untuk mengikuti kejuaraan Paralayang itu.

Dukungan dari pihak pesantren menjadi bagian penting dalam pengembangan bakat Shanum, khususnya di bidang olahraga paralayang. Di tengah kewajibannya sebagai santri, Shanum tetap mendapat kesempatan untuk mengikuti kompetisi dan mengembangkan kemampuan yang telah ditekuninya sejak sekolah dasar.

Selain kepada pihak pesantren, Hari juga mengucapkan terima kasih kepada Pengurus Paralayang Provinsi Jawa Timur dan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Pengurus Paralayang Kabupaten Pacitan yang telah memberikan kesempatan bagi Shanum untuk terus berkembang sebagai atlet muda.

Perjalanan Shanum di olahraga paralayang sendiri telah dimulai sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Ketertarikannya terhadap olahraga dirgantara tersebut tumbuh ketika ia mulai belajar ground handling paralayang di Pacitan.

"Shanum mulai belajar ground handling paralayang di lapangan AURI Pacitan sejak duduk di kelas 4 SD Alam. Ketekunan dan minatnya terhadap olahraga dirgantara tersebut kemudian membawanya lolos seleksi sebagai atlet FASI Paralayang Pacitan saat kelas 6 SD Alam Pacitan. Lalu berlanjut samoai sekarang," ujarnya, Senin (21/9/2026).

Perjalanan itu kemudian berlanjut ketika Shanum melanjutkan pendidikan di SMP Sains Tebuireng Jombang. Aktivitasnya sebagai santri tidak membuat kecintaannya terhadap paralayang berhenti. Shanum tetap mengikuti kompetisi ketika mendapat kesempatan dan dukungan dari berbagai pihak.

Prestasi di Kejurda Paralayang Jawa Timur 2026 menjadi capaian terbaru Shanum sekaligus menunjukkan adanya peningkatan hasil kompetisi. Pada Juli 2026, ia berada di posisi kedua dalam Liga Paralayang Jawa Timur Seri I. Dua bulan kemudian, Shanum berhasil menempati posisi pertama dalam Kejurda Paralayang Jawa Timur.

Bagi keluarga, pencapaian tersebut menjadi hasil dari ketekunan Shanum dalam menekuni olahraga paralayang sejak usia sekolah dasar. Dukungan keluarga, pesantren, serta lingkungan olahraga turut menjadi bagian dari perjalanan Shanum sebagai atlet muda hingga mampu bersaing di tingkat Jawa Timur.

Editor: Zainul Arifin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut