get app
inews
Aa Text
Read Next : Lebaran Lebih Awal, Ribuan Santri Ponpes Al Falah Ploso Kediri Salat Idulfitri 1447 Hijriah

Ribuan Warga Muhammadiyah Jombang Salat Idulfitri di Lapangan, Angkat Pesan Islam Peduli Lingkungan

Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:11 WIB
header img
Ribuan warga Muhammadiyah Jombang Salah IdulFitri 1447 Hijriah di Lapangan Desa Pulo Lor, Kecamatan Jombang pada Jumat 20 Maret 2026. Foto: Mojokerto.iNews.id/Zainul Arifin

JOMBANG, iNewsMojokerto.id — Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 20 Maret atau sehari lebih awal dari ketetapan pemerintah. Sejumlah tempat di Kabupaten Jombang melaksanakan salat Idulfitri, salah satunya di Lapangan Pulo Lor, Jombang. 

Salat Idulfitri 1447 Hijriah itu diikuti ribuan warga yang sejak pagi memadati Lapangan Pulo Lor. Para warga pun melaksanakannya secara bersama-sama dengan tertib dan khusyuk.

Pelaksanaan salat id dimulai pada pukul 06.30 WIB dengan diawali takbiran, lalu salat berjamaah, dan kemudian khutbah Idul Fitri. Dalam salat Idul Fitri ini menjadi Imam sekaligus khatib Ustaz Moh. Mudzakkir dari Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dalam khutbahnya Mudzakkir menekankan pentingnya kesadaran umat Islam terhadap kondisi lingkungan yang kian memprihatinkan. “Fenomena banjir, tanah longsor, dan berbagai bencana alam yang terjadi belakangan ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua,” tutur Mudzakkir

Ia mengatakan manusia sebagai khalifah di bumi memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga dan mengelola alam dengan baik. Menjaga lingkungan bukan sekedar tindakan sosial, melainkan bagian dari ibadah.

Menurutnya Dalam ajaran Islam, terdapat larangan untuk merusak alam karena lingkungan merupakan ciptaan Allah yang harus dijaga keberlangsungannya.

“Dengan menjaga alam, sejatinya kita juga menjaga kehidupan kita sendiri. Ini menjadi pesan penting di tengah isu global seperti pemanasan global dan kerusakan lingkungan yang terjadi di seluruh dunia,” tambahnya.

Selain isu lingkungan, Mudzakkir juga menyinggung perbedaan penetapan Idulfitri yang masih terjadi di Indonesia. Ia menilai perbedaan tersebut sebagai hal yang wajar dan tidak perlu dipersoalkan secara berlebihan.

“Perbedaan itu sudah biasa dan masing-masing memiliki landasan yang kuat. Umat Islam di Indonesia sudah dewasa dalam menyikapinya, dan justru perbedaan itu memperkaya khazanah Islam,” ujarnya.

Editor : Zainul Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut