Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Melihat Pengelolaan Sampah di TPA Jombang hingga Memikat Menteri Lingkungan Hidup
Advertisement . Scroll to see content

Budaya RT Berseri di Mojokerto, Gerakan Perubahan Perilaku

Kamis, 05 Maret 2026 | 13:56 WIB
  • author Zainul Arifin
Budaya RT Berseri di Mojokerto, Gerakan Perubahan Perilaku
Sosialisasi program budaya RT Berseri di Pendopo Kelurahan Surodinawan Kota Mojokerto. (Foto: Istimewa).

MOJOKERTO, iNewsMojokerto.id - program Budaya RT Berseri yang dijalankan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto bukanlah lomba antar-RT, melainkan gerakan untuk membangun kebiasaan hidup bersih, sehat, dan tertata di lingkungan masyarakat.

“Ini bukan lomba, jadi jangan disebut lomba. Budaya RT Berseri adalah gerakan untuk mengubah perilaku masyarakat agar menjadi budaya dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” kata Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita saat sosialisasi Budaya RT Berseri di Pendopo Kelurahan Surodinawan, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, program tersebut telah diluncurkan sejak 2025 sebagai tahap awal. Pada 2026, pelaksanaannya akan diperkuat dengan tiga kali penilaian dalam satu tahun untuk memantau perubahan perilaku masyarakat secara bertahap.

Menurutnya, evaluasi pelaksanaan sebelumnya menunjukkan masih ada RT yang belum ikut berpartisipasi karena keterbatasan waktu serta kurangnya pendampingan administratif. Karena itu, ia meminta pihak kelurahan bersama kecamatan dan organisasi perangkat daerah terkait untuk aktif mendampingi RT agar seluruh wilayah dapat terlibat.

“Kelurahan harus mendampingi RT, bersinergi dengan dinas kesehatan dan kecamatan agar semua RT bisa ikut,” tuturnya.

Selain itu, indikator penilaian juga diperkuat, terutama terkait kerja bakti rutin dan pengelolaan sampah. Langkah ini sejalan dengan program nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Ning Ita juga menyoroti persoalan sampah, ia meminta bank sampah di tingkat RT kembali diaktifkan serta masyarakat mulai membiasakan pemilahan sampah dari rumah tangga.

“Bank sampah harus benar-benar aktif. Jangan hanya ada di data, tetapi tidak berjalan di lapangan,” katanya.

Untuk mendorong partisipasi masyarakat, Pemkot Mojokerto menyiapkan penghargaan bagi RT yang dinilai berhasil menerapkan program tersebut. Penilaian dilakukan tiga kali dalam setahun dengan nilai penghargaan yang meningkat di setiap tahap. Penilaian tahap pertama menyediakan hadiah Rp20 juta, tahap kedua Rp25 juta, dan tahap ketiga Rp30 juta.

Lebih lanjut Ning Ita berharap Budaya RT Berseri tidak sekadar seremonial, melainkan mampu mendorong perubahan nyata dalam perilaku masyarakat menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Editor: Zainul Arifin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut