Selamat dari Reruntuhan, Nenek Fitriah Ceritakan Detik-detik Rumahnya di Jombang Habis Disapu Angin
JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Fitriah (63), salah satu korban terdampak angin kencang di Dusun Sidodadi, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang menceritakan detik-detik bencana yang dialaminya pada Rabu (4/2/2026) sore.
Menurut Nenek Fitriah, peristiwa itu terjadi sangat cepat. Diawali hujan deras, disusul kemudiam berhembus angin kencang dari arah selatan. Fitriah yang berada di dalam rumahnya dengan kondisi pintu terbuka, melihat angin besar masuk.
"Saat angin besar itu masuk rumah, saya masih diam, tapi belum roboh (rusak)," katanya kepada iNews Jombang di lokasi, Rabu (4/2/2026), malam.
Hitungan menit kemudian, seluruh atap rumahnya terbang dan rontok akibat disapu angin. Merasa jiwanya terancam, bergegas Fitriah menyelamatkan diri. Dia pun berhasil selamat dari musibah itu.
"Pas ada yang roboh, saya lari agar tidak tertimpa. Atapnya itu rusak semua. Saya tidak apa-apa, tapi baju saya robek belakang kena barang runtuh," katanya.
Setelah kejadian, Fitriah memeriksakan di ke bidan desa setempat. Dia menyebut, kondisi kesehatannya baik-baik saja. Pun demikian, perempuan lanjut usia itu masih terlihat syok atas insiden yang dialaminya.
Selain rumah Fitriah, bencana angin kencang di wilayah itu juga merusak belasan rumah warga lainnya, dengan mayoritas kerusakan pada bagian atap.
Berdasarkan dari pendataan awal, total ada 15 rumah rusak. Rinciannya 2 rumah rusak berat yang bagian atapnya habis bahkan tembok belakang roboh. Kemudian 4 rumah mengalami kerusakan sedang dan 11 rumah rusak ringan.
"Alhamdulillah tidak ada korban. Ya, cuma ada yang luka lecet karrna tertimpa asbes," kata Kepala Dusun Sidodadi, Ahmad Rizki Perdana Putra dikonfirmasi.
BPBD Jombang telah turun ke lokasi kejadian melakukan pendataan dan memberikan bantuan darurat berupa terpal kepada warga terdampak. BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem.
Editor : Zainul Arifin