Inovatif dan Spektakuler, Karnaval Busana Desainer Jombang di SWK Ahmad Dahlan Penuh Pesona
JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Gelaran Karnaval busana di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Ahmad Dahlan Jombang, Jawa Timur, Sabtu (24/1/2026) dinilai sukses. Acara spektakuler yang dihadirkan oleh para desainer bersama Forum Rembug Masyarakat Jombang itu menampilkan puluhan defile yang memukau.
Event pertama kali digelar di Jombang ini menjadi panggung eksplorasi fesyen karnaval yang lebih berani dan inovatif. Bupati Jombang Warsubi bersama jajaran dan ribuan warga datang langsung menyaksikan kemegahan kostum inovatif karya Pattern maker Jombang.
Pantauan iNews Jombang, masing-masing kostum mengusung cerita unik, mulai dari alam, budaya tradisional, sejarah, hingga teknologi modern, menggambarkan kemajuan kreativitas tanpa batas yang menjadi ciri khas Jombang. Para Pattern maker berhasil menerjemahkan ide-ide kompleks menjadi karya seni busana yang memesona.
Joko Fattah Rochim, Ketua FRMJ sekaligus Ketua Serikat Pedagang Kaki Lima (Spekal) Jombang mengungkapkan ada sebanyak 29 kostum menarik dan unik yang ditampilkan para pattern maker pada acara itu.
"Meski gelaran ini sama dengan Jombang Carnival, namun ada bedanya. Kalau acara Jombang Fest itu menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah, sedangkan kami menggelar acara ini secara mandiri, tanpa anggaran dari pemerintah," ucap Fattah.
Dia bersyukur acara untuk memperingati satu tahun SWK Ahmad Dahlan sekaligus refleksi kepemimpinan Bupati Jombang Warsubi bersama Salmanudin disambut antusias oleh masyarakat.
"Acara ini tidak sekedar karnaval, namun yang lebih penting, uakni mampu menggeliatkan perekonomian di sini, dimana para pedagang ramai pembeli karena banyak pengunjung datang dan melakukan transaksi jual beli," katanya.
Sementara, Bupati Jombang Warsubi mengapresiasi acara penuh kreatifitas itu. Pada kesempatan itu, Warsubi menyatakan pengelolaan SWK Ahmad Dahlan masih memerlukan berbagai sentuhan perbaikan dan penataan.
"Pemkab Jombang untuk berkomitmen melakukan pembinaan dan pengembangan berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan pedagang maupun pengunjung," ujar Warsubi.
Bagi Pemkab Jombang, SWK bukan sekadar deretan lapak makanan. Bupati menekankan bahwa kawasan ini adalah ruang interaksi sosial sekaligus wadah pelestarian kekhasan kuliner asli Jombang. Ia berpesan agar para pedagang kaki lima (PKL) di lokasi tersebut tetap mengedepankan semangat guyub rukun.
"Jadilah komunitas pedagang yang solid. Saling mendukung dan menjaga, sehingga tercipta suasana nyaman bagi siapa saja yang datang berkunjung," ujarnya.
Warsubi berharap, ke depan, SWK Ahmad Dahlan dapat terus berkembang, semakin ramai dikunjungi, dan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal yang kuat. Sehingga dapat bersama-sama mewujudkan Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua.
Editor : Zainul Arifin