Perut Membesar, Ular Sanca Ditangkap saat Memangsa Ayam Jago Milik Warga Jombang
JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Warga Desa Kesamben RT 001 RW.005, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur digegerkan dengan penemuan ular sanca berukuran tiga meter yang tengah memangsa satu ekor ayam jago milik warga setempat.
Dari informasi didapat, ular sanca pertama kali diketahui oleh pemilik rumah bernama Sukardi yang hendak melihat ayam jago peliharaannya di dalam kandang, belakang rumahnyam
Namun, Sukardi tiba-tiba melihat seekor ular berukuran besar yang tengah menyantap ayam miliknya. Sontak, hal itu membuat Sukardi ketakutan, khawatir akan menyerang dirinya.
Dia kemudian meminta bantuan warga untuk menangkapnya. Dan tidak lama kemudian, beberapa tetangganya datang dan membantu menangkap hewan reptil tersebut. Setelah itu, Ular dimasukkan warga ke dalam karung.
Karena bingung menempatkan ular tersebut, warga akhirnya melaporkan ke pos pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarla) Mojoagung dan meminta untuk dievakuasi petugas.
Rizal Fajariyanto, anggota Damkar Pos Mojoagung mengungkapkan evakuasi ular berjalan lancar. Ular tidak menyerang petugas karena diperkirakan kekenyangan memangsa satu ekor ayam. Hal itu terlihat dari kondisi perut ular membesar.
"Ya, perutnya membesar karena habis makan ayam jago milik warga Kesamben. Jenis ular sanca berukuran sekitar 3 meter," ungkap Rizal, dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).
Rizal mengatakan, ular tersebut dievakuasi ke dalam sangkar yang terbuat dari besi, lalu dibawa ke Pos Damkar Mojoagung untuk kemudian dilepasliarkan di tempat yang aman, jauh dari permukiman penduduk.
Petugas Damkar melakukan evakuasi ular pada musim hujan ini bukan hanya kali ini saja. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaanya pada hewan liar yang bermunculan di rumah maupun lingkungan sekitar pada musim penghujan.
Pasalnya, musim ini merupakan siklus ular biasanya akan bertelur. Selain waspada, diharapkan melaporkan ke BPBD Jombang apabila terdapat kasus ular atau hewan berbahaya lainnya yang dapat mengganggu dan membahayakan warga.
Editor : Arif Ardliyanto