Bantuan Operasional Sekolah di Mojokerto Tetap Berlanjut, Meski Efesiensi Anggaran
MOJOKERTO, iNewsMojokerto.id -Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Yo’ie Afrida Soesetyo memastikan tidak menghapus program Bosda (Bantuan Operasional Sekolah Daerah), meski ada efesien anggaran.
Yo’ie menjelaskan bahwa meskipun anggaran Dinas Pendidikan tampak besar, namun sebagian besar dana itu dialokasikan untuk subkegiatan terintegrasi langsung dengan program pemerintah pusat (kementerian) yang bersifat wajib.
"Terkait efisiensi anggaran, memang ada pertimbangan tertentu, namun nilainya tidak sampai menyentuh angka seratus miliar rupiah sebagaimana isu yang beredar," ujar Yo’ie saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan saat ini Bosda tidak muncul dalam anggaran induk, karena adanya skala prioritas dan evaluasi terhadap bantuan sarana seperti seragam sekolah yang baru saja didistribusikan.
Yo'ie pun memastikan bahwa anggaran Bosda akan kembali diakomodasi melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD).
"Pertimbangannya karena seragam baru saja dibagikan dan kondisinya masih sangat baik. Agar tidak mubazir (muspro), anggaran kami kelola dengan perencanaan matang dan akan ter-cover kembali di P-APBD mendatang," katanya.
Di tengah polemik anggaran, Yo’ie mengimbau para kepala sekolah untuk tetap fokus pada peningkatan mutu pendidikan. Ia menekankan pentingnya penerapan pembelajaran mendalam (in-depth learning) serta pengembangan kreativitas siswa.
Selain penguatan karakter jati diri bangsa menuju Indonesia Emas, pihaknya juga mendorong sekolah untuk mulai mengenalkan teknologi terkini kepada peserta didik.
"Pendidikan kita tidak hanya terpaku pada masalah Bosda semata. Yang terpenting adalah bagaimana sekolah mampu berinovasi, termasuk membekali murid dengan pemahaman mengenai kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI)," pungkasnya.
Editor : Zainul Arifin