Sempat Putus 2019, Jembatan Kudubanjar Jombang Akhirnya Siap Dibangun Lagi Tahun Ini
JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Setelah rusak sejak 2019 akibat enceng gondok dan derasnya arus, Jembatan Kudubanjar di Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang akhirnya akan dibangun kembali tahun ini. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menargetkan pembangunan dimulai pada 2026 dengan anggaran sekitar Rp3 miliar.
Jembatan penghubung antara Desa Kudubanjar Kecamatan Kudu dan Desa Sumbernongko, Desa Sumberteguh, Kecamatan Ngusikan ini sempat putus pada 31 Desember 2019 silam disebabkan penumpukan enceng gondok dan derasnya arus sungai.
Warga Desa kemudian membangun menggunakan dana swadaya dengan rentang 27 meter dan lebar 1,2 meter dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Setiap harinya, jembatan itu digunakan sebagai akses utama warga untuk aktifitas perekonomian, pertanian, pendidikan, dan lain sebagainya.
Pada 2025, Pemkab Jombang telah melakukan pendataan lebar sungai sebagai langkah untuk membangun jembatan yang lebih layak. Anggaran pembangunan jembatan ini telah disiapkan Dinas Perkim pada 2025, namun terkendala gagal lelang sebanyak tiga kali.
Bupati Jombang Warsubi akhir tahun kemarin turun langsung meninjau jembatan Dusun Banjarejo di Desa Kudubanjar Kecamatan Kudu.
Warsubi menegaskan Pemkab Jombang siap memperbarui jembatan tersebut pada 2026 agar memudahkan akses masyarakat. Perencanaan pembangunan akan siap pada Februari atau Maret 2026, selanjutnya proses konstruksi jembatan dapat dilaksanakan pada bulan Mei atau Juni 2026.
Jembatan yang akan dibangun memiliki rentang 27 meter dengan lebar 4 meter, dengan anggaran kurang lebih 3 Miliar Rupiah. Jembatan tersebut dipastikan dapat dilalui kendaraan roda empat bahkan truk.
"Kami berharap pembangunan jembatan ini dapat mempermudah akses lalu lintas masyarakat, mempermudah gerak warga, sehingga dapat meningkatan perekonomian warga," kata Warsubi.
Kepala Desa (Kades);Kudubanjar Kuswanto menyambut baik rencana membangun jembatan tersebut. Pihaknya berharap bisa benar-benar terealisasikan di 2026 agar warga dapat beraktifitas dengan lancar dengan jarak tempuh yang lebih dekat.
Editor : Zainul Arifin