get app
inews
Aa Read Next : Tambah Ngawur, Israel Tembakkan Roket Dekat Guest House Relawan Indonesia

Hamas Gunakan Senjata Buatan Sendiri Untuk Halau Serangan Udara Israel

Selasa, 10 Oktober 2023 | 07:26 WIB
header img
Sayap militer Hamas Izzuddin Al Qassam memperkenalkan senjata baru, sistem pertahanan udara itu mampu merontokkan target udara Israel (Foto: NurPhoto via Reuters)

GAZA, iNewsMojokerto.id - Sayap militer Hamas, Izzuddin Al Qassam, memperkenalkan senjata baru yang akan memainkan peran kunci dalam pertempuran melawan Israel. Senjata ini dirancang khusus untuk melawan serangan udara yang dilancarkan oleh Israel.

Dalam laporan dari Gaza oleh Koresponden Al Jazeera, Jamileh Abu Zanoonad, Al Qassam secara resmi meluncurkan senjata baru berupa sistem pertahanan udara yang dapat dipanggul di bahu oleh personel mereka. Dalam video yang dirilis oleh kelompok tersebut, personel Qassam terlihat menembakkan senjata tersebut dan berhasil mengenai sasaran udara Israel dengan presisi yang mengesankan.

“Mereka sedang berusaha membuktikan bahwa mereka berusaha sendiri dan akan berhasil,” kata Jamileh.

Sebelumnya, seorang sumber dari Hamas memberitahu Reuters bahwa sekitar 1.000 pejuang Hamas terlibat dalam serangan Operasi Badai Al Aqsa pada Sabtu (7/10/2023). Mereka terbagi dalam beberapa unit khusus yang saling mendukung satu sama lain.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa ada beberapa unit pejuang Hamas yang melakukan serangan terhadap Israel, termasuk unit rudal yang meluncurkan lebih dari 5.000 roket ke wilayah Israel pada hari tersebut. Serangan ini dimulai sekitar pukul 06.30 waktu setempat dan bertujuan untuk menciptakan efek kejut dan kebingungan di antara tentara dan warga Israel. 

Roket- roket tersebut juga dirancang untuk memberikan perlindungan dan mengalihkan perhatian agar memungkinkan para pejuang Hamas yang berusaha menembus pagar perbatasan. Operasi ini dilakukan oleh Unit Komando Darat yang terdiri dari sekitar 400 orang, yang berhasil menembus pagar pembatas Gaza-Israel dengan menggunakan bahan peledak untuk membuka celah. 

Setelah itu, beberapa anggota menggunakan sepeda motor, dan bulldozer digunakan untuk memperluas lubang sehingga tim dapat memasuki wilayah Israel dengan kendaraan roda empat. Tugas Komando ini adalah menyerang garis pertahanan utama Israel, menyerbu barak tentara, serta merebut pangkalan dan markas besar operasi militer Israel di Gaza selatan. 

Hamas juga menggunakan drone selama Operasi Badai Al Aqsa, meskipun bukan untuk misi serangan. Drone itu digunakan sebagai alat pengawasan di perbatasan.
 

Editor : Trisna Eka Adhitya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut