Inspirasi Piala Dunia 2026, Siswa di Jombang Buat Batik Motif Sepak Bola

Zainul Arifin
Para siswa-siswi SMKN 1 Jombang, Jawa Timur membuat batik tulis motif sepak bola dengan inspirasi piala dunia 2026. Foto: Mojokerto.iNews.id/Zainul Arifin

JOMBANG, iNewsMojokerto.id – Sejumlah siswa di Jombang tampak sibuk membatik di atas kain putih. Mereka penuh hati-hati mencanting mengikuti pola bergambar bola dan trofi Piala Dunia. Aroma lilin malam yang dipanaskan mengisi kain sesuai gambar motif batik.

Aktivitas keratif itu dilakukan oleh para siswa-siswi SMKN 1 Jombang, Jawa Timur. Mereka sengaja membuat batik tulis motif sepak bola dengan inspirasi piala dunia 2026 yang banyak digemari semua kalangan dan saat ini sedang berlangsung.

Adelia Ayu Putri, salah satu siswi SMKN 1 Jombang mengatakan ide tersebut muncul karena Piala Dunia tengah menjadi perhatian masyarakat, termasuk kalangan pelajar.

Menurut Adelia, kecintaan terhadap sepak bola juga menjadi alasan mengapa tema itu dipilih. Bahkan, bukan hanya siswa laki-laki, siswi maupun guru di sekolah juga antusias mengikuti perkembangan Piala Dunia.

"Kami buat batik bertemakan Piala Dunia karena akhir-akhir ini semua sedang mengikuti sepak bola. Di motifnya ada gambar bola dan piala Piala Dunia," ujar Adelia ditemui di sela proses pembuatan batik.


Kepala SMKN 1 Jombang Abdul Muthalib saat menunjukkan sejumlah hasil kreasi membatik siswa. Foto: Mojokerto.iNews.id/Zainul Arifin

Menurut Adelia, batik tersebut tidak hanya menjadi media pembelajaran, tetapi juga dirancang sebagai produk edisi terbatas yang nantinya dipasarkan kepada masyarakat. "Kalau sudah jadi nanti bisa dijual. Ini batiknya limited edition karena hanya kami yang membuat desainnya," katanya.

Para siswa SMKN 1 Jombang selama ini memang rutin memproduksi batik tulis dan batik celup, bagian dari praktik kewirausahaan di sekolah. Tidak sedikit batik yang sudah dihasilkan dan dipasarkan kepada masyarakat.

Adelia mengatakan membuat batik bukan perkara mudah. Selain membutuhkan waktu beberapa hari untuk menggambar dan mencanting sebelum tahap pewarnaan, juga terdapat tantangannya.

Yakni terletak pada proses mencanting. Suhu malam yang terlalu panas dapat menyebabkan lilin melebar sehingga motif menjadi kurang rapi. "Kalau malamnya terlalu panas, hasil canting bisa meleber. Suhunya harus pas supaya hasilnya bagus," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Jombang, Abdul Muntolib, mengatakan membatik merupakan bagian dari pembelajaran kewirausahaan yang bertujuan membekali siswa dengan keterampilan berbisnis setelah lulus sekolah.

"Kami ingin anak-anak memiliki keterampilan khusus. Momen Piala Dunia ini mereka tangkap menjadi sebuah peluang usaha melalui karya batik," ujarnya.

Ia menuturkan ide pembuatan batik bertema sepak bola justru datang dari para siswa. Pihak sekolah kemudian memberikan dukungan agar gagasan tersebut dapat diwujudkan menjadi produk bernilai ekonomi. Selain batik, siswa juga menghasilkan berbagai produk kewirausahaan lain, seperti parfum, sablon kaus, hingga cetak mug.

Muntolib berharap pengalaman tersebut mampu menumbuhkan kreativitas dan keberanian siswa dalam melihat peluang usaha dari berbagai peristiwa yang sedang menjadi perhatian masyarakat. "Harapannya anak-anak memiliki inisiatif dan inovasi. Ketika ada sesuatu yang sedang booming, mereka mampu menangkap peluang itu menjadi produk yang bermanfaat," katanya.

Editor : Zainul Arifin

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network