Kunjungi Mojokerto, Menko Polkam Ancam Sikat Perusak Lingkungan

Aries
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago saat diwawancarai di Ponpes Amanatul Ummah Pacet. (Foto iNewsMojokerto/Aries).

MOJOKERTO, iNewsMojokerto.id — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, memberikan peringatan keras terkait kelestarian lingkungan saat kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Purnawirawan jenderal bintang empat itu membeber kondisi geografis wilayah Pacet yang berada di dataran tinggi. Ia menilai, eksploitasi alam yang tidak terkendali di wilayah perbukitan dapat memicu bencana alam sewaktu-waktu yang mengancam keselamatan warga.

Djamari menekankan, keseimbangan ekosistem adalah harga mati. Masyarakat diperingatkan agar tidak melakukan tindakan yang merusak lingkungan, karena dampak yang dihasilkan akan berbalik merugikan manusia itu sendiri dalam skala yang tak terbendung.

"Saya lihat medan dan suasana di sini berbukit-bukit bencana alam bisa menimpa kapan saja," kata dia.

Lebih lanjut, ia mempertegas dampak dari kerusakan alam mengenai hubungan timbal balik antara manusia. "Jangan menyakiti alam agar alam tidak menyakiti kita. Ingat jangan menyakiti alam disaat kita menyakiti alam, alam akan menyakiti kita kalau alam sudah menyakiti kita tidak ada satupun yang bisa bertahan," tegasnya.

Secara spesifik, Djamari menyinggung praktik penambangan ilegal atau Galian C yang kerap menjadi persoalan di wilayah Kabupaten Mojokerto. Ia meminta masyarakat untuk proaktif dan tidak membiarkan adanya aktivitas penggalian yang merusak struktur bukit.

"Peliharalah bukit-bukit itu kalau kita menyayangi alam, alam akan menyayangi kita, itu dijaga jangan sampai longsor," terangnya.

Djamari juga menginstruksikan warga untuk berani melapor jika menemukan oknum yang melakukan pengrusakan lingkungan demi keuntungan pribadi, karena dampak lingkungan yang ditimbulkan bersifat masif.

"kalau ada disini masyarakat kita yang mengganggu alam ingatkan, laporkan, jangan mengganggu alam yang terkait dengan penggalian atau galian C jangan didiamkan, karena nanti pada saat alam marah ini yang kena masyarakat, masyarakat sengsara, harus dijaga itu pesan saya," tegas dia.

Di akhir pernyataannya, Djamari mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Mojokerto untuk menjaga momentum kesejahteraan daerah. Dirinya berharap Mojokerto dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain di Jawa Timur maupun nasional dalam hal sinergi antara kemakmuran ekonomi dan kelestarian alam.

"Ayo kita bersama-sama warga Kabupaten Mojokerto, gerakan masyarakat kita, kalau di sini sudah sejahtera tunjukkan kepada Indonesia dan paling tidak Jawa Timur," tandas Menko Polkam Djamari

Editor : Zainul Arifin

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network