Banyak Petani Tercoret dari Daftar Penerima Pupuk Subsidi, Kadisperta Jombang: Tertolak E-RDKK!

Aries
Kepala Dinas Pertanian Jombang Muchammad Rony. Foto: Mojokerto.iNews.id/Dok. Zainul Arifin

JOMBANG, iNewsMojokerto.id - Kepala Dinas Pertanian (Kadisperta) Jombang Muchammad Rony merespons polemik sejumlah petani yang namanya tercoret dari daftar penerima pupuk subsidi. Nama mereka tiba-tiba tidak terdaftar di sistem Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), periode ini.

Dia menyebut bahwa penyusunan RDKK merupakan tanggung jawab berjenjang yang melibatkan Kelompok Tani (Poktan) dengan pendampingan dari PPL.

Rony mensinyalir hilangnya sejumlah nama petani dalam sistem disebabkan oleh anomali data yang membuat sistem E-RDKK menolak input tersebut secara otomatis.

"Banyak data petani yang tertolak oleh aplikasi E-RDKK karena statusnya tidak valid," kata Rony, Sabtu (10/1/2026).

Meski demikian, petani terdampak masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan haknya kembali. Namun, langkah aktif dari pihak petani dan pengurus kelompok tani (Poktan) sangat diperlukan.

Petani yang datanya tertolak diharapkan segera menghubungi Ketua Poktan dan PPL setempat, untuk melakukan validasi ulang terhadap dokumen kependudukan atau lahan yang dianggap tidak sinkron oleh sistem.

"Dinas Pertanian membuka kembali kanal perbaikan data pada tanggal 12 hingga 20 Januari 2026," kata Rony menutup.

Diketahui, beberapa petani di Dusun Kandangan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang mengeluhkan hilangnya hak mereka dalam mendapatkan jatah pupuk subsidi, karena tidak terdaftar dalam RDKK.

Seorang petani berinisial SA (31) mengaku terkejut saat hendak menebus pupuk di kios resmi. Petugas kios menyatakan namanya tidak tercantum dalam daftar penerima pupuk subsidi untuk periode ini.

"Pihak kios mengatakan nama saya tidak terdaftar di RDKK. Padahal sebelumnya tidak ada masalah," ujar SA, Sabtu (10/1/2026).

Keluhan senada disampaikan petani lain, HM (53). Ia menyayangkan minimnya sosialisasi dan transparansi dari pihak Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) maupun pengurus Poktan terkait proses pemutakhiran data.

Meski pihak Poktan mengeklaim telah menyetorkan data, namun fakta di lapangan menunjukkan hasil yang berbeda.

Editor : Zainul Arifin

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network